Media Online Pendidikan Keislaman

Read More

Islamic Education Press

Media Online Pendidikan Keislaman
Read More

Islamic Education Press

Media Online Pendidikan Keislaman
Read More

Islamic Education Press

Media Online Pendidikan Keislaman
Read More

Islamic Education Press

Media Online Pendidikan Keislaman
Read More

Islamic Education Press

Media Online Pendidikan Keislaman

Friday, May 4, 2018

ILMU


Firman Allah dalam surat Q.S. Al-Mujadilah: 11 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan  member kelapangan kepadamu. Dan apabila dikatakan, “berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan derajat (tingkatan) orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmu pengetahuan). Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

"Ilmu mendapati kedudukan yang paling penting dalam ajaran Islam. Menuntut Ilmu adalah taqwa, menyampaikan ilmu adalah ibadah, mengulang-ulang adalah dzikir, dan mencari ilmu adalah jihad"

Read More

KEDUDUKAN WANITA

Didalam al-Qur'an dijelaskan bahwa perempuan memiliki kedudukan yang paling mulia, yaitu perempuan sholehah yang menjaga kehormatan dan bertakwa kepada Allah SWT. Tercatat dalam sejarah, jauh sebelum al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, nasib perempuan di jazirah Arab sangat memprihatinkan, mereka dihina dan dilecehkan. Orang Arab jahiliyah memandang bahwa anak perempuan itu merupakan aib bagi keluarga sehingga setiap anak perempuan yang lahir ke dunia akan dikubur secara hidup-hidup.


Berkat kedatangan Islam lah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW, membawa kabar baik bagi para perempuan, merubah semua kehidupan masyarakat Arab Jahiliyah pada waktu itu. Islam sangat memuliakan perempuan, sehingga nasib kaum perempuan mengalami kemajuan dalam harkat dan martabatnya sehingga perempuan memiliki kedudukan yang mulia dan terhormat. 
Telah dijelaskan pula didalam al-Qur’an, perempuan memiliki peran penting sebagai istri, ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan. Begitu juga yang berkaitan dengan hak dan kewajiabannya telah dijelaskan didalam al-Qur’an dan Sunnah. Perempuan memiliki peran penting karena banyak sekali beban yang harus dipikulnya terlebih ketika dia menjadi seorang Ibu yang melahirkan. Oleh sebab itu, kita mempunyai kewajiban untuk berterimaksih dengan berbakti, menghormati dan bersikap santun terhadapnya. 
Read More

Friday, April 20, 2018

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA


Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang disyari'atkan/dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Tata cara pengerjaannya seperti sholat biasa. Sholat Dhuha dikerjakan ketika matahari sepenggalah naik atau setelah matahari terbit dan meninggi hingga setinggi tombak. Adapun waktu pengerjaannya dimulai dari pukul 06.00-11.00 siang atau mendekati Dzuhur. Para ulama ahli Fiqih (fuqoha) membagi pada 2 bagian waktu pelaksanaan Sholat Dhuha. Pertama waktu Sughro, yang mana dalam pelaksanaanya dilakukan pada awal sampai dengan pertengahan hari. Kedua waktu Kubro, dimana pelaksanaanya dilakukan sesaat sebelum Dzuhur tiba atau sekitar jam 11 siang lebih.
Sholat Dhuha dikerjakan minimal 2 raka’at salam. Rasulullah SAW kadang mengerjakan 4 raka’at hingga 8 raka’at, dalam hal ini sebagian ulama tidak membatasi untuk jumlah raka'atnya.







Sholat Dhuha bisa dikerjakan sendiri (munfarid) atau berjama'ah. Sholat Dhuha memiliki banyak keutamaan baik untuk jasmani dan rohani. Sholat Dhuha memiliki kedudukan yang mulia, selain sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT juga sebagai bukti penghambaan kita kepada Allah SWT setiap harinya dalam melakukan aktivitas.  Manfaat dari Sholat Dhuha sangat banyak selain sebagai pembuka pintu rezeki, selain itu memberikan manfaat untuk kesehatan dan kecantikan.
Dari Nu'aim bin Hammar Al- Ghothofany, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda " Allah SWT berfirman :"Hai anak Adam, janganlah kau tinggalkan 4 raka'at shalat di awal siang (waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang". (H.R. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At-Tirmidzi No. 475, Ad-Darimi no. 1451). Syaikh Al-Bani dan Syaikh Syu'aib Al- Arnauth mengatakan bahwa hadits ini Shahih.
Menurut 'Aunul Ma'bud - Al-'Azhim Abadi mengatakan "Hadits ini mengandung pengertian bahwa sholat Dhuha akan menyelamatkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa Sholat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau dia akan dimaafkan jika terjerumus didalamnya, bisa juga maknanya lebih luas dari itu". ('Aunul Ma'bud, 4:118). 
Menurut Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki menyebutkan dalam bukunya yang berjudul “Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah” tentang keutamaan Sholat Dhuha, sebagai berikut :
Pertama, orang yang mengerjakan Shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)
Kedua, barang siapa yang mengerjakan shalat Dhuha maka ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).
Ketiga, orang yang menunaikan Shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah SWT. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Barang siapa yang Shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barang siapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barang siapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barang siapa yang mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).
Keempat, orang yang istiqamah melaksanakan Shalat Dhuha kelak dia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan Shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah SWT”. (HR. At-Thabrani).
Kelima, Allah mencukupi kepadanya rezeki. Sebagaimana hadits yang berbunyi "Wahai anak Adam, janganlah kau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).
Keenam, orang yang mengerjakan Shalat Dhuha seperti dia telah mengeluarkan sedekah. Sebagaimana hadits yang berbunyi Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat Sholat Dhuha.” (HR Muslim).
Masya Allah, selain yang disebutkan di atas, masih banyak lagi keutamaan lainnya seperti dengan mengerjakan Shalat Dhuha terdapat pahala besar yaitu pahala seperti orang yang haji dan umrah.
Adapun berdasarkan hadits, “Barangsiapa shalat subuh dengan berjama'ah, kemudian duduk berdizkir kepada Allah sampai matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, dia mendapat pahala seperti haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Turmudzi).




Read More

Thursday, April 19, 2018

BUAT BIDADARI BERMATA JELI CEMBURU KEPADAMU


Bagaimana bisa membuat bidadari surga cemburu terhadapmu? Bukankah bidadari surga itu terlalu istimewa yang suci tidak pernah disentuh oleh tangan manusia, bermata jeli, berparas cantik, berambut panjang dan berkilau, berkulit mulus dan lembut, memiliki perangai akhlak yang mulia, aduhai perfect banget bukan?
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Ar-Rahman : 56 “ Didalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang sopan menundukan pandangannya. Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka. Tidak pula oleh Jin”.
Namun itu semua bisa terkalahkan dengan wanita dunia. Ya, wanita dunia bisa jauh lebih baik dari pada mereka. Wanita dunia yang bagaimana? Jawabannya wanita dunia yang sholehah. Terus wanita sholehah itu seperti apa? yaitu wanita yang memiliki ibadah dengan kualitas yang sangat baik, menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, berbakti kepada kedua orang tua dan suaminya, rajin menjalankan ibadah puasa dan sholat, menjaga kehormatan dan dirinya dari perbuatan berdosa sehingga sering memberikan manfaat bagi orang disekelilingnya.
Ada suatu riwayat dalam sebuah hadits dari Ummu Salamah, Al-Imam At-Tabrani, bahwa Rasulullah SAW berkata “Ya Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari bermata jeli”
Rasulullah menjawab “ Bidadari yang kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung Nasar”.
Ummu Salamah berkata lagi “Jelaskan padaku ya Rasulullah , tentang firman-Nya : “laksana mutiara yang tersimpan dengan baik”.(Q.S. Al-Waqi’ah : 23)”.
Rasulullah menjawab “kebeningannya seperti kebeningan mutiara dikedalaman lautan, tak pernah sedikitpun tersentuh oleh tangan manusia”.
Ummu Salamah bertanya lagi “Ya Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah: didalam surga itu ada bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik”. (Q.S. Ar-Rahman: 72)
Rasulullah menjawab “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”.
Ummu Salamah bertanya lagi” Jelaskan kepadaku firman Allah : seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik”. (Q.S. Ash-Shaffat : 49)
Rasulullah menjawab “kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur dan terlindung dari kulit bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur”.
Ummu Salamah bertanya lagi “ Ya Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah : Penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (Q.S. Al-Waqi’ah : 37)
Rasulullah menjawab “mereka adalah wanita-wanita yang meninggal didunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban. Maka itulah yang dijadikan oleh Allah ketika mereka sudah mengetahui, kemudian Allah menjadikan mereka sebagai wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya”.
Ummu Salamah bertanya lagi “ Ya Rasulullah manakah yang lebih utama, wanita dunia atau bidadari yang bermata jeli?”
Rasulullah menjawab “wanita-wanita dunia lebih utama dari pada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat?”
Ummu Salamah bertanya lagi “mengapa wanita-wanita dunia lebih utama dari pada bidadari?”
Rasulullah menjawab “karena shalatnya, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas”.
Itulah wanita biasa yang diberi gelar dengan wanita sholehah. Wanita sholehah yang memiliki kedudukannya lebih tinggi dari bidadari surga bermata jeli. Meskipun namanya tak terkenal di muka bumi Allah, namun namanya sangat terkenal oleh penduduk langit. Itulah yang membuat bidadari surga cemburu terhadap wanita sholehah.
Duhai para wanita dunia pendamba surga, buatlah bidadari surga cemburu padamu..!  
Read More

Friday, April 13, 2018

BACAAN DO'A DZIKIR PETANG

Untuk bacaan do'a dzikir pagi sudah dipost pada postingan sebelumnya yah bisa lihat dan klik disini

2. Doa Dzikir Petang
Pertama sebelumnya membaca ta'awuz agar dihindari dari godaan syaitan.
"a'uudzubillaahi minasyyaitoonirrojiim"
Artinya :"aku berlindung kepada Allah, dari godaan Setan yang terkutuk"

Kemudian membaca ayat kursi 1x
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

Read more https://aslibumiayu.net/9006-dzikir-pagi-dan-petang-yang-diajarkan-nabi-bacaan-dan-ketentuan-membacanya.html


Artinya : “Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah dengan benar) kecuali Dia. Yang Maha hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apapun dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

Barang siapa membacanya ayat ini pada pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) Jin hingga sore, dan barang siapa membacanya pada sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) dari jin hingga pagi hari”.

(Hasan Shahih : H.R. Al-Hakim 1/562 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahiih At-Targhiib wat Tarhiib 1/418, No. 662).

Kemudian membaca Al-Ikhlas 3x


Artinya : “Katakanlah (Muhammad): ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah tempat yang bergantung (meminta) segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)


 Kemudian membaca Al-Falaq 3x


Artinya : “Katakanlah: Aku berlindung kepada Allah yang menguasai Shubuh (fajar), dari kejahatan (makhluk) yang diciptakan-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (wanita) sihir yang meniup pada buhul-buhu (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)



Kemudian membaca An-Nas 3x



Artinya: “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

“Barang siapa yang membaca tiga surat itu pada setiap pagi dan sore hari, maka ia (ketiga surat ini) sudah cukup bagi dirinya dari segala sesuatu (yaitu mencegahnya dari berbagai kejahatan)". 

(Hasan Shahih : H.R. Abu Dawud No. 5082, Shahih Abi Dawud No. 4241, An-Nasai (VIII/250), Ahmad  (V/312), dan At-Tirmidzi No. 3575 dari Abdullah bin Khubai. At-Tirmidzi berkata :"Hadis ini Hasan Shahih).


Kemudian membaca :








Artinya “Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya kepunyaan Allah, segala puji  hanya kepunyaan Allah. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah yang maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Kepunyaan Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia lah yang Maha kuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan pada malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksa di kubur.” (Dibaca 1x)

(Shahih : H.R. Muslim No. 2723, Abu Dawud No. 5071, At-Tirmidzi No. 3390 dari Abdullah bin Mas'ud Ra).


Kemudian membaca :






Artinya “ya Allah, hanya dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Hanya dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan hanya kepada-Mu lah tempat kembali (untuk semua makhluk).” (Dibaca 1x)

(Shahih: H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 1199-lafadz ini miliknya-Abu Dawud No. 5068, At-Tirmidzi No. 3391, Abnu Majah No. 3868 dan Ahmad II/354 dari Abu Hurairah Ra lihat Shahih al-Adabil Mufrad No. 915 dan Silsilah al-Ahadits ash-shahihah No. 262). 


Kemudian membaca :









Artinya “Pada waktu sore kami berada di atas fitrah Islam, kalimat ikhlas (dua kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad SAW, dan agama ayah kami Ibrahim, yang hanif (yang lurus), muslim (tunduk patuh), dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1x)

(Shahih : H.R. Ahmad III/406, 407; Ad-Darimi II/292 dan Ibnu Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 34 dari Abdurrahman bin Abi Abza). 


Kemudian membaca Sayyidul Istigfar:

Artinya “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang ku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Kau.” (Dibaca 1x)

(Shahih : "Barang siapa yang membacanya dengan yakin pada waktu pagi lalu meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa yang membacanya dengan yakin pada waktu sore lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga").
(H.R. Al-Bukhari No. 6306, 6323; Ahmad IV/122, 125; dan An-Nasai VIII/279-280 dari Syaddad bin Aus Ra).

Kemudian membaca :
Artinya "ya Allah, selamatkanlah tubuhku ini (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tiada iIlah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada (Dibaca 3x)

(Hasan : H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 701, Abu Dawud No. 5090 , dan Ahmad V/42 dari Abu Bakrah Ra, lihat kitab Shahih Al-Adabil Mufrad No. 542).


Kemudian membaca : 


Artinya “ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib ataupun sesuatu yang tidak layak dilihat orang lain) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (yaitu aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi/liang lahat).” (Dibaca 1x)

(Shahih : H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 1200, Abu Dawud No. 5074 , Ibnu Majah No. 3871, dan Al-Hakim I/517-518 dari Ibnu Umar Ra, lihat kitab Shahih Al-Adabil Mufrad No. 916).

Kemudian membaca : 


Artinya “ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan syaitan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat keburukan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya (berbuat keburukan tersebut).” (Dibaca 1x)

Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Bakar As-Shiddiq Ra"ucapkanlah dzikir ini pada pagi dan sore hari serta ketika kamu hendak tidur".

(Shahih : H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 1202; Ahmad II/297; At-Tirmidzi No. 3392,  dan Abu Dawud No. 5067. Lihat Shahih At-Tirmidzi No. 2798, Shahih al-Adabil Mufrad No. 917 dan Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah Mo. 2753).
Kemudian membaca : 
Artinya : “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)

"Barang siapa yang membacanya 3x pada pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan dirinya".

(Hasan Shahih: H.R. At-Tirmidzi No. 3388, Abu Dawud No. 5088, Ahmad No. 446, 447-Tarqiq Ahmad Syakir-Ibnu Majah No. 3869 dan al-Hakim I/514 dari Utsman bin Affan Ra. Lihat Shahih Ibni Majah No. 3120 dan Shahih Al-Adabil Mufrad No. 514. Lihat Juga kitab Shahih at-Targhib wat Tarhib I/413 No. 655. Sanadnya shahih).


Kemudian membaca : 


Artinya “Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad SAW sebagai Nabi.” (Dibaca 3x)

"Barang siapa yang membacanya 3x pada pagi dan sore hari, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari kiamat".

(Hasan : H.R. Ahmad IV/337, Abu Dawud No. 5072, At-Tirmidzi No. 3389, Ibnu Majah No. 3870, An-Nasai dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 68 dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-mustadrak I/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi. Lihat Shahih al-Wabilish Shayyi hal. 170, Zadul Ma'ad II/372, dan Silsilah al-Ahadits Ash-Shahihah No. 2686).

Kemudian membaca :  


Artinya “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1x)

(Hasan : H.R. An-Nasai dalam 'Amalul Yaum Wal-Lailah No.575 dan Ibnu Sunni No. 48, al-Bazzar dalam Musnad nya No. 3107 dan al-Hakim I/545 dari Annas bin Malik Ra. Lihat Shahih at-Targhib wat Tarhib I/417 No. 661 dan Silsilah Ash-Shahihah No. 227)

Kemudian membaca :  


Artinya “Tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Allah yang maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dan Dia yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Dibaca 1x atau 10x dan boleh jg 100x pada pagi/sore)

Merujuk pada hadis :
"Barang siapa yang membacanya 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan 10 Budak, ditulis 100 kebaikan, dihapus darinya 100 keburukan, baginya perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga pada sore harinya. Seseorang tidak bisa mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari pada amalan itu".

(Shahih : H.R. Al-Bukhari No. 3293, 6403; Muslim No. 2691, At-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798 dari Abu Hurairah Ra).

Kemudian membaca :
Artinya: "Maha Suci Allah, dan aku memuji-Nya". (Dibaca 100x)

(Shahih: H.R. Muslim No. 2691, 2692; dari Abu Hurairah Ra. Lihat Syarah Muslim XVII/17-18, Shahih at-Targhib wat Tarhib I. 413 No. 653. Jumlah terbanyak dari dzikir Nabi SAW adalah 100 pada waktu pagi dan 100 pada waktu petang. Adapun yang menyebutkan jumlahnya sampai 1000x adalah munkar, karena hadisnya bersanad dhai'f. Lihat Silsilah al-Ahadits adh-Dha'ifah No. 5296.


Kemudian membaca :

Artinya “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan sesuatu (makhluk) yang diciptakan-Nya” .(Dibaca 3x diwaktu petang)

(Shahih : H.R. An-Nasai dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 598; Ahmad II/290; dan ath-Thahawi dalam Syarh Musykilil Atsar No. 20. Lihat Shahih at-Targhib wat Tarhib I/412, No. 652 dan Shahih al-Jami'ish Shaghir No. 6427).
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Popular Posts

Total Pageviews

About Me

Followers

Copyright © Islamic Education Press