Sholat Dhuha adalah sholat sunnah
yang disyari'atkan/dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Tata cara pengerjaannya seperti sholat biasa. Sholat Dhuha dikerjakan
ketika matahari sepenggalah naik atau setelah matahari terbit dan meninggi
hingga setinggi tombak. Adapun waktu pengerjaannya dimulai dari pukul
06.00-11.00 siang atau mendekati Dzuhur. Para ulama ahli Fiqih (fuqoha) membagi pada 2 bagian waktu
pelaksanaan Sholat Dhuha. Pertama waktu Sughro,
yang mana dalam pelaksanaanya dilakukan pada awal sampai dengan pertengahan
hari. Kedua waktu Kubro, dimana
pelaksanaanya dilakukan sesaat sebelum Dzuhur tiba atau sekitar jam 11 siang
lebih.
Sholat Dhuha dikerjakan minimal 2
raka’at salam. Rasulullah SAW kadang mengerjakan 4 raka’at hingga 8 raka’at,
dalam hal ini sebagian ulama tidak membatasi untuk jumlah raka'atnya.
Sholat Dhuha bisa dikerjakan
sendiri (munfarid) atau berjama'ah. Sholat Dhuha memiliki
banyak keutamaan baik untuk jasmani dan rohani. Sholat Dhuha memiliki kedudukan yang mulia, selain sebagai
wujud rasa syukur kepada Allah SWT juga sebagai bukti penghambaan kita
kepada Allah SWT setiap harinya dalam melakukan aktivitas. Manfaat dari Sholat Dhuha sangat banyak selain
sebagai pembuka pintu rezeki, selain itu memberikan manfaat untuk kesehatan dan
kecantikan.
Dari Nu'aim bin Hammar Al-
Ghothofany, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda " Allah SWT berfirman
:"Hai anak Adam, janganlah kau tinggalkan 4 raka'at shalat di awal siang
(waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang". (H.R. Ahmad
(5/286), Abu Daud no. 1289, At-Tirmidzi No. 475, Ad-Darimi no. 1451). Syaikh
Al-Bani dan Syaikh Syu'aib Al- Arnauth mengatakan bahwa hadits ini Shahih.
Menurut 'Aunul Ma'bud - Al-'Azhim
Abadi mengatakan "Hadits ini mengandung pengertian bahwa sholat Dhuha
akan menyelamatkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga
dimaksudkan bahwa Sholat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa
atau dia akan dimaafkan jika terjerumus didalamnya, bisa juga maknanya lebih
luas dari itu". ('Aunul Ma'bud, 4:118).
Menurut
Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki menyebutkan dalam bukunya yang berjudul “Khasais
al-Ummah al-Muhamadiyah” tentang keutamaan Sholat Dhuha, sebagai berikut :
Pertama, orang yang mengerjakan Shalat Dhuha akan
diampuni dosa-dosanya oleh Allah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Barangsiapa
yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya
walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)
Kedua, barang siapa yang mengerjakan shalat Dhuha maka
ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat
Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR.
Hakim).
Ketiga, orang yang menunaikan Shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada
Allah SWT. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Barang siapa yang Shalat
Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barang siapa
yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang
ahli ibadah. Barang siapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia
diselamatkan di hari itu. Barang siapa yang mengerjakannya delapan rakaat, maka
Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya
dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR.
At-Thabrani).
Keempat, orang yang istiqamah melaksanakan Shalat Dhuha kelak
dia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang
disediakan oleh Allah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Sesungguhnya di
dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah
tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa
hidup di dunia selalu mengerjakan Shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian.
Masuklah dengan rahmat Allah SWT”. (HR. At-Thabrani).
Kelima, Allah mencukupi kepadanya rezeki. Sebagaimana hadits yang berbunyi "Wahai
anak Adam, janganlah kau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali
harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu
Darda`).
Keenam, orang yang mengerjakan Shalat Dhuha seperti dia telah mengeluarkan
sedekah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Hendaklah
masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap
pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah
sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh
kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan
sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat Sholat Dhuha.”
(HR Muslim).
Masya Allah, selain yang disebutkan di atas, masih banyak lagi keutamaan lainnya seperti dengan mengerjakan Shalat Dhuha terdapat pahala besar yaitu pahala seperti orang yang haji dan umrah.
Adapun berdasarkan hadits, “Barangsiapa
shalat subuh dengan berjama'ah, kemudian duduk berdizkir kepada Allah sampai
matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, dia mendapat pahala seperti haji dan
umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Turmudzi).































