Media Online Pendidikan Keislaman

Friday, April 20, 2018

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA


Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang disyari'atkan/dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Tata cara pengerjaannya seperti sholat biasa. Sholat Dhuha dikerjakan ketika matahari sepenggalah naik atau setelah matahari terbit dan meninggi hingga setinggi tombak. Adapun waktu pengerjaannya dimulai dari pukul 06.00-11.00 siang atau mendekati Dzuhur. Para ulama ahli Fiqih (fuqoha) membagi pada 2 bagian waktu pelaksanaan Sholat Dhuha. Pertama waktu Sughro, yang mana dalam pelaksanaanya dilakukan pada awal sampai dengan pertengahan hari. Kedua waktu Kubro, dimana pelaksanaanya dilakukan sesaat sebelum Dzuhur tiba atau sekitar jam 11 siang lebih.
Sholat Dhuha dikerjakan minimal 2 raka’at salam. Rasulullah SAW kadang mengerjakan 4 raka’at hingga 8 raka’at, dalam hal ini sebagian ulama tidak membatasi untuk jumlah raka'atnya.







Sholat Dhuha bisa dikerjakan sendiri (munfarid) atau berjama'ah. Sholat Dhuha memiliki banyak keutamaan baik untuk jasmani dan rohani. Sholat Dhuha memiliki kedudukan yang mulia, selain sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT juga sebagai bukti penghambaan kita kepada Allah SWT setiap harinya dalam melakukan aktivitas.  Manfaat dari Sholat Dhuha sangat banyak selain sebagai pembuka pintu rezeki, selain itu memberikan manfaat untuk kesehatan dan kecantikan.
Dari Nu'aim bin Hammar Al- Ghothofany, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda " Allah SWT berfirman :"Hai anak Adam, janganlah kau tinggalkan 4 raka'at shalat di awal siang (waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang". (H.R. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At-Tirmidzi No. 475, Ad-Darimi no. 1451). Syaikh Al-Bani dan Syaikh Syu'aib Al- Arnauth mengatakan bahwa hadits ini Shahih.
Menurut 'Aunul Ma'bud - Al-'Azhim Abadi mengatakan "Hadits ini mengandung pengertian bahwa sholat Dhuha akan menyelamatkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa Sholat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau dia akan dimaafkan jika terjerumus didalamnya, bisa juga maknanya lebih luas dari itu". ('Aunul Ma'bud, 4:118). 
Menurut Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki menyebutkan dalam bukunya yang berjudul “Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah” tentang keutamaan Sholat Dhuha, sebagai berikut :
Pertama, orang yang mengerjakan Shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)
Kedua, barang siapa yang mengerjakan shalat Dhuha maka ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).
Ketiga, orang yang menunaikan Shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah SWT. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Barang siapa yang Shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barang siapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barang siapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barang siapa yang mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).
Keempat, orang yang istiqamah melaksanakan Shalat Dhuha kelak dia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan Shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah SWT”. (HR. At-Thabrani).
Kelima, Allah mencukupi kepadanya rezeki. Sebagaimana hadits yang berbunyi "Wahai anak Adam, janganlah kau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).
Keenam, orang yang mengerjakan Shalat Dhuha seperti dia telah mengeluarkan sedekah. Sebagaimana hadits yang berbunyi Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat Sholat Dhuha.” (HR Muslim).
Masya Allah, selain yang disebutkan di atas, masih banyak lagi keutamaan lainnya seperti dengan mengerjakan Shalat Dhuha terdapat pahala besar yaitu pahala seperti orang yang haji dan umrah.
Adapun berdasarkan hadits, “Barangsiapa shalat subuh dengan berjama'ah, kemudian duduk berdizkir kepada Allah sampai matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, dia mendapat pahala seperti haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Turmudzi).




0 comments:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Popular Posts

Total Pageviews

About Me

Followers

Copyright © Islamic Education Press