Firman Allah dalam surat Q.S. Al-Mujadilah: 11 yang
artinya: “Hai
orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “berilah kelapangan di
dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan member kelapangan kepadamu. Dan apabila
dikatakan, “berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
derajat (tingkatan) orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang
berilmu (diberi ilmu pengetahuan). Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan”.
Friday, May 4, 2018
KEDUDUKAN WANITA
Didalam
al-Qur'an dijelaskan bahwa perempuan memiliki kedudukan yang paling mulia,
yaitu perempuan sholehah yang menjaga kehormatan dan bertakwa kepada Allah SWT.
Tercatat dalam sejarah, jauh sebelum al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad
SAW, nasib perempuan di jazirah Arab sangat memprihatinkan, mereka dihina dan
dilecehkan. Orang Arab jahiliyah memandang bahwa anak perempuan itu merupakan
aib bagi keluarga sehingga setiap anak perempuan yang lahir ke dunia akan
dikubur secara hidup-hidup.
Berkat
kedatangan Islam lah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW, membawa kabar baik
bagi para perempuan, merubah semua kehidupan masyarakat Arab Jahiliyah pada
waktu itu. Islam sangat memuliakan perempuan, sehingga nasib kaum perempuan
mengalami kemajuan dalam harkat dan martabatnya sehingga perempuan memiliki kedudukan yang mulia dan terhormat.
Telah dijelaskan
pula didalam al-Qur’an, perempuan memiliki peran penting sebagai istri, ibu,
saudara perempuan, atau anak perempuan. Begitu juga yang berkaitan dengan hak
dan kewajiabannya telah dijelaskan didalam al-Qur’an dan Sunnah. Perempuan
memiliki peran penting karena banyak sekali beban yang harus dipikulnya terlebih
ketika dia menjadi seorang Ibu yang melahirkan. Oleh sebab itu, kita mempunyai
kewajiban untuk berterimaksih dengan berbakti, menghormati dan bersikap santun
terhadapnya.
Friday, April 20, 2018
KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA
Sholat Dhuha adalah sholat sunnah
yang disyari'atkan/dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Tata cara pengerjaannya seperti sholat biasa. Sholat Dhuha dikerjakan
ketika matahari sepenggalah naik atau setelah matahari terbit dan meninggi
hingga setinggi tombak. Adapun waktu pengerjaannya dimulai dari pukul
06.00-11.00 siang atau mendekati Dzuhur. Para ulama ahli Fiqih (fuqoha) membagi pada 2 bagian waktu
pelaksanaan Sholat Dhuha. Pertama waktu Sughro,
yang mana dalam pelaksanaanya dilakukan pada awal sampai dengan pertengahan
hari. Kedua waktu Kubro, dimana
pelaksanaanya dilakukan sesaat sebelum Dzuhur tiba atau sekitar jam 11 siang
lebih.
Sholat Dhuha dikerjakan minimal 2
raka’at salam. Rasulullah SAW kadang mengerjakan 4 raka’at hingga 8 raka’at,
dalam hal ini sebagian ulama tidak membatasi untuk jumlah raka'atnya.
Sholat Dhuha bisa dikerjakan
sendiri (munfarid) atau berjama'ah. Sholat Dhuha memiliki
banyak keutamaan baik untuk jasmani dan rohani. Sholat Dhuha memiliki kedudukan yang mulia, selain sebagai
wujud rasa syukur kepada Allah SWT juga sebagai bukti penghambaan kita
kepada Allah SWT setiap harinya dalam melakukan aktivitas. Manfaat dari Sholat Dhuha sangat banyak selain
sebagai pembuka pintu rezeki, selain itu memberikan manfaat untuk kesehatan dan
kecantikan.
Dari Nu'aim bin Hammar Al-
Ghothofany, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda " Allah SWT berfirman
:"Hai anak Adam, janganlah kau tinggalkan 4 raka'at shalat di awal siang
(waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang". (H.R. Ahmad
(5/286), Abu Daud no. 1289, At-Tirmidzi No. 475, Ad-Darimi no. 1451). Syaikh
Al-Bani dan Syaikh Syu'aib Al- Arnauth mengatakan bahwa hadits ini Shahih.
Menurut 'Aunul Ma'bud - Al-'Azhim
Abadi mengatakan "Hadits ini mengandung pengertian bahwa sholat Dhuha
akan menyelamatkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga
dimaksudkan bahwa Sholat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa
atau dia akan dimaafkan jika terjerumus didalamnya, bisa juga maknanya lebih
luas dari itu". ('Aunul Ma'bud, 4:118).
Menurut
Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki menyebutkan dalam bukunya yang berjudul “Khasais
al-Ummah al-Muhamadiyah” tentang keutamaan Sholat Dhuha, sebagai berikut :
Pertama, orang yang mengerjakan Shalat Dhuha akan
diampuni dosa-dosanya oleh Allah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Barangsiapa
yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya
walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)
Kedua, barang siapa yang mengerjakan shalat Dhuha maka
ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat
Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR.
Hakim).
Ketiga, orang yang menunaikan Shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada
Allah SWT. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Barang siapa yang Shalat
Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barang siapa
yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang
ahli ibadah. Barang siapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia
diselamatkan di hari itu. Barang siapa yang mengerjakannya delapan rakaat, maka
Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya
dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR.
At-Thabrani).
Keempat, orang yang istiqamah melaksanakan Shalat Dhuha kelak
dia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang
disediakan oleh Allah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Sesungguhnya di
dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah
tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa
hidup di dunia selalu mengerjakan Shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian.
Masuklah dengan rahmat Allah SWT”. (HR. At-Thabrani).
Kelima, Allah mencukupi kepadanya rezeki. Sebagaimana hadits yang berbunyi "Wahai
anak Adam, janganlah kau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali
harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu
Darda`).
Keenam, orang yang mengerjakan Shalat Dhuha seperti dia telah mengeluarkan
sedekah. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Hendaklah
masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap
pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah
sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh
kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan
sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat Sholat Dhuha.”
(HR Muslim).
Masya Allah, selain yang disebutkan di atas, masih banyak lagi keutamaan lainnya seperti dengan mengerjakan Shalat Dhuha terdapat pahala besar yaitu pahala seperti orang yang haji dan umrah.
Adapun berdasarkan hadits, “Barangsiapa
shalat subuh dengan berjama'ah, kemudian duduk berdizkir kepada Allah sampai
matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, dia mendapat pahala seperti haji dan
umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Turmudzi).
Thursday, April 19, 2018
BUAT BIDADARI BERMATA JELI CEMBURU KEPADAMU
Bagaimana
bisa membuat bidadari surga cemburu terhadapmu? Bukankah bidadari surga itu
terlalu istimewa yang suci tidak pernah disentuh oleh tangan manusia, bermata
jeli, berparas cantik, berambut panjang dan berkilau, berkulit mulus dan
lembut, memiliki perangai akhlak yang mulia, aduhai perfect banget bukan?
Sebagaimana
firman Allah SWT dalam Q.S Ar-Rahman : 56 “
Didalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang sopan menundukan pandangannya.
Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka. Tidak pula oleh Jin”.
Namun
itu semua bisa terkalahkan dengan wanita dunia. Ya, wanita dunia bisa jauh
lebih baik dari pada mereka. Wanita dunia yang bagaimana? Jawabannya wanita
dunia yang sholehah. Terus wanita sholehah itu seperti apa? yaitu wanita yang
memiliki ibadah dengan kualitas yang sangat baik, menjalankan perintah Allah
dan Rasul-Nya, berbakti kepada kedua orang tua dan suaminya, rajin menjalankan
ibadah puasa dan sholat, menjaga kehormatan dan dirinya dari perbuatan berdosa
sehingga sering memberikan manfaat bagi orang disekelilingnya.
Ada
suatu riwayat dalam sebuah hadits dari Ummu Salamah, Al-Imam At-Tabrani, bahwa
Rasulullah SAW berkata “Ya Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah
tentang bidadari-bidadari bermata jeli”
Rasulullah
menjawab “ Bidadari yang kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya
berkilau seperti sayap burung Nasar”.
Ummu
Salamah berkata lagi “Jelaskan padaku ya Rasulullah , tentang firman-Nya : “laksana mutiara yang tersimpan dengan baik”.(Q.S.
Al-Waqi’ah : 23)”.
Rasulullah
menjawab “kebeningannya seperti kebeningan mutiara dikedalaman lautan, tak
pernah sedikitpun tersentuh oleh tangan manusia”.
Ummu
Salamah bertanya lagi “Ya Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah:
didalam surga itu ada bidadari yang
baik-baik lagi cantik-cantik”. (Q.S. Ar-Rahman: 72)
Rasulullah
menjawab “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”.
Ummu
Salamah bertanya lagi” Jelaskan kepadaku firman Allah : seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik”.
(Q.S. Ash-Shaffat : 49)
Rasulullah
menjawab “kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur
dan terlindung dari kulit bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur”.
Ummu
Salamah bertanya lagi “ Ya Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah : Penuh
cinta lagi sebaya umurnya”. (Q.S. Al-Waqi’ah : 37)
Rasulullah
menjawab “mereka adalah wanita-wanita yang meninggal didunia dalam usia lanjut
dalam keadaan rabun dan beruban. Maka itulah yang dijadikan oleh Allah ketika
mereka sudah mengetahui, kemudian Allah menjadikan mereka sebagai wanita gadis,
penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya”.
Ummu
Salamah bertanya lagi “ Ya Rasulullah manakah yang lebih utama, wanita dunia
atau bidadari yang bermata jeli?”
Rasulullah
menjawab “wanita-wanita dunia lebih utama dari pada bidadari-bidadari seperti
kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat?”
Ummu
Salamah bertanya lagi “mengapa wanita-wanita dunia lebih utama dari pada
bidadari?”
Rasulullah
menjawab “karena shalatnya, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah
meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya
putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya
mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas”.
Itulah
wanita biasa yang diberi gelar dengan wanita
sholehah. Wanita sholehah yang memiliki kedudukannya lebih tinggi dari
bidadari surga bermata jeli. Meskipun namanya tak terkenal di muka bumi Allah,
namun namanya sangat terkenal oleh penduduk langit. Itulah yang membuat
bidadari surga cemburu terhadap wanita sholehah.
Duhai
para wanita dunia pendamba surga, buatlah bidadari surga cemburu padamu..!
Friday, April 13, 2018
BACAAN DO'A DZIKIR PETANG
Untuk bacaan do'a dzikir pagi sudah dipost pada postingan sebelumnya yah bisa lihat dan klik disini
2. Doa Dzikir Petang
Pertama sebelumnya membaca ta'awuz agar dihindari dari godaan syaitan.
Kemudian membaca ayat kursi 1x
Kemudian membaca Al-Ikhlas 3x
Kemudian membaca Al-Falaq 3x
Kemudian membaca An-Nas 3x
“Barang siapa yang membaca tiga surat itu pada setiap pagi dan sore hari, maka ia (ketiga surat ini) sudah cukup bagi dirinya dari segala sesuatu (yaitu mencegahnya dari berbagai kejahatan)".
Artinya “ya Allah, hanya dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Hanya dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan hanya kepada-Mu lah tempat kembali (untuk semua makhluk).” (Dibaca 1x)
(Shahih : H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 1202; Ahmad II/297; At-Tirmidzi No. 3392, dan Abu Dawud No. 5067. Lihat Shahih At-Tirmidzi No. 2798, Shahih al-Adabil Mufrad No. 917 dan Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah Mo. 2753).
"Barang siapa yang membacanya 3x pada pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan dirinya".
(Hasan Shahih: H.R. At-Tirmidzi No. 3388, Abu Dawud No. 5088, Ahmad No. 446, 447-Tarqiq Ahmad Syakir-Ibnu Majah No. 3869 dan al-Hakim I/514 dari Utsman bin Affan Ra. Lihat Shahih Ibni Majah No. 3120 dan Shahih Al-Adabil Mufrad No. 514. Lihat Juga kitab Shahih at-Targhib wat Tarhib I/413 No. 655. Sanadnya shahih).
(Hasan : H.R. Ahmad IV/337, Abu Dawud No. 5072, At-Tirmidzi No. 3389, Ibnu Majah No. 3870, An-Nasai dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 68 dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-mustadrak I/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi. Lihat Shahih al-Wabilish Shayyi hal. 170, Zadul Ma'ad II/372, dan Silsilah al-Ahadits Ash-Shahihah No. 2686).
(Hasan : H.R. An-Nasai dalam 'Amalul Yaum Wal-Lailah No.575 dan Ibnu Sunni No. 48, al-Bazzar dalam Musnad nya No. 3107 dan al-Hakim I/545 dari Annas bin Malik Ra. Lihat Shahih at-Targhib wat Tarhib I/417 No. 661 dan Silsilah Ash-Shahihah No. 227)
(Shahih : H.R. An-Nasai dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 598; Ahmad II/290; dan ath-Thahawi dalam Syarh Musykilil Atsar No. 20. Lihat Shahih at-Targhib wat Tarhib I/412, No. 652 dan Shahih al-Jami'ish Shaghir No. 6427).
2. Doa Dzikir Petang
"a'uudzubillaahi minasyyaitoonirrojiim"
Artinya :"aku berlindung kepada Allah, dari godaan Setan yang terkutuk"
Kemudian membaca ayat kursi 1x
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
Read more https://aslibumiayu.net/9006-dzikir-pagi-dan-petang-yang-diajarkan-nabi-bacaan-dan-ketentuan-membacanya.html
Read more https://aslibumiayu.net/9006-dzikir-pagi-dan-petang-yang-diajarkan-nabi-bacaan-dan-ketentuan-membacanya.html
Artinya : “Allah, tidak ada ilah (yang
berhak disembah dengan benar) kecuali Dia. Yang Maha hidup kekal lagi terus
menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa
yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di
sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang
di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apapun dari ilmu-Nya melainkan apa
yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa
berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah:
255) (Dibaca 1 x)
“Barang siapa membacanya ayat ini pada pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) Jin hingga sore, dan barang siapa membacanya pada sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) dari jin hingga pagi hari”.
(Hasan Shahih : H.R. Al-Hakim 1/562 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahiih At-Targhiib wat Tarhiib 1/418, No. 662).
(Hasan Shahih : H.R. Al-Hakim 1/562 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahiih At-Targhiib wat Tarhiib 1/418, No. 662).
Kemudian membaca Al-Ikhlas 3x
Artinya : “Katakanlah
(Muhammad): ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah tempat yang bergantung (meminta)
segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu
pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
Artinya : “Katakanlah:
Aku berlindung kepada Allah yang menguasai Shubuh (fajar), dari kejahatan (makhluk)
yang diciptakan-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan
dari kejahatan (wanita) sihir yang meniup pada buhul-buhu (talinya), dan dari
kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
Artinya: “Katakanlah:
‘Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan
(bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada
manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
“Barang siapa yang membaca tiga surat itu pada setiap pagi dan sore hari, maka ia (ketiga surat ini) sudah cukup bagi dirinya dari segala sesuatu (yaitu mencegahnya dari berbagai kejahatan)".
(Hasan Shahih : H.R. Abu Dawud No. 5082, Shahih Abi Dawud No. 4241, An-Nasai (VIII/250), Ahmad (V/312), dan At-Tirmidzi No. 3575 dari Abdullah bin Khubai. At-Tirmidzi berkata :"Hadis ini Hasan Shahih).
Kemudian membaca :
Artinya
“Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya kepunyaan Allah, segala
puji hanya kepunyaan Allah. Tidak ada
ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah yang maha Esa, tiada
sekutu bagi-Nya. Kepunyaan Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia lah yang
Maha kuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan pada
malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan
malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari
kemalasan dan keburukan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari
siksaan di Neraka dan siksa di kubur.” (Dibaca
1x)
(Shahih : H.R. Muslim No. 2723, Abu Dawud No. 5071, At-Tirmidzi No. 3390 dari Abdullah bin Mas'ud Ra).
(Shahih : H.R. Muslim No. 2723, Abu Dawud No. 5071, At-Tirmidzi No. 3390 dari Abdullah bin Mas'ud Ra).
Kemudian membaca :
Artinya “ya Allah, hanya dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Hanya dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan hanya kepada-Mu lah tempat kembali (untuk semua makhluk).” (Dibaca 1x)
(Shahih: H.R. Al-Bukhari
dalam Adabul Mufrad No.
1199-lafadz ini miliknya-Abu Dawud No. 5068, At-Tirmidzi No. 3391, Abnu Majah
No. 3868 dan Ahmad II/354 dari Abu Hurairah Ra lihat Shahih al-Adabil
Mufrad No. 915 dan Silsilah al-Ahadits
ash-shahihah No. 262).
Kemudian membaca :
Artinya “Pada
waktu sore kami berada di atas fitrah Islam, kalimat ikhlas (dua kalimat
syahadat), agama Nabi kami Muhammad SAW, dan agama ayah kami Ibrahim, yang
hanif (yang lurus), muslim (tunduk patuh), dan tidak tergolong orang-orang
musyrik.” (Dibaca 1x)
(Shahih : H.R. Ahmad III/406, 407; Ad-Darimi II/292 dan Ibnu Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 34 dari Abdurrahman bin Abi Abza).
(Shahih : H.R. Ahmad III/406, 407; Ad-Darimi II/292 dan Ibnu Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 34 dari Abdurrahman bin Abi Abza).
Kemudian membaca Sayyidul Istigfar:
Artinya “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang ku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Kau.” (Dibaca 1x)
(Shahih : "Barang siapa yang membacanya dengan yakin pada waktu pagi lalu meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa yang membacanya dengan yakin pada waktu sore lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga").
(H.R. Al-Bukhari No. 6306, 6323; Ahmad IV/122, 125; dan An-Nasai VIII/279-280 dari Syaddad bin Aus Ra).
Kemudian membaca :
Artinya "ya Allah, selamatkanlah tubuhku ini (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tiada iIlah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada (Dibaca 3x)
(Hasan : H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 701, Abu Dawud No. 5090 , dan Ahmad V/42 dari Abu Bakrah Ra, lihat kitab Shahih Al-Adabil Mufrad No. 542).
Kemudian membaca :
Artinya “ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib ataupun sesuatu yang tidak layak dilihat orang lain) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (yaitu aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi/liang lahat).” (Dibaca 1x)
(Shahih : H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 1200, Abu Dawud No. 5074 , Ibnu Majah No. 3871, dan Al-Hakim I/517-518 dari Ibnu Umar Ra, lihat kitab Shahih Al-Adabil Mufrad No. 916).
(Shahih : H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 1200, Abu Dawud No. 5074 , Ibnu Majah No. 3871, dan Al-Hakim I/517-518 dari Ibnu Umar Ra, lihat kitab Shahih Al-Adabil Mufrad No. 916).
Kemudian membaca :
Artinya “ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan syaitan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat keburukan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya (berbuat keburukan tersebut).” (Dibaca 1x)
Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Bakar As-Shiddiq Ra"ucapkanlah dzikir ini pada pagi dan sore hari serta ketika kamu hendak tidur".
Kemudian membaca :
Artinya : “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)
Kemudian membaca :
Artinya “Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad SAW sebagai Nabi.” (Dibaca 3x)
"Barang siapa yang membacanya 3x pada pagi dan sore hari, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari kiamat".
Kemudian membaca :
Artinya “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1x)
Kemudian membaca :
Artinya “Tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Allah yang maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dan Dia yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Dibaca 1x atau 10x dan boleh jg 100x pada pagi/sore)
Merujuk pada hadis :
"Barang siapa yang membacanya 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan 10 Budak, ditulis 100 kebaikan, dihapus darinya 100 keburukan, baginya perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga pada sore harinya. Seseorang tidak bisa mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari pada amalan itu".
(Shahih : H.R. Al-Bukhari No. 3293, 6403; Muslim No. 2691, At-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798 dari Abu Hurairah Ra).
Kemudian membaca :
Artinya: "Maha Suci Allah, dan aku memuji-Nya". (Dibaca 100x)
(Shahih: H.R. Muslim No. 2691, 2692; dari Abu Hurairah Ra. Lihat Syarah Muslim XVII/17-18, Shahih at-Targhib wat Tarhib I. 413 No. 653. Jumlah terbanyak dari dzikir Nabi SAW adalah 100 pada waktu pagi dan 100 pada waktu petang. Adapun yang menyebutkan jumlahnya sampai 1000x adalah munkar, karena hadisnya bersanad dhai'f. Lihat Silsilah al-Ahadits adh-Dha'ifah No. 5296.
Kemudian membaca :
Artinya “Aku
berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan sesuatu (makhluk)
yang diciptakan-Nya” .(Dibaca 3x diwaktu petang)
(Shahih : H.R. An-Nasai dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 598; Ahmad II/290; dan ath-Thahawi dalam Syarh Musykilil Atsar No. 20. Lihat Shahih at-Targhib wat Tarhib I/412, No. 652 dan Shahih al-Jami'ish Shaghir No. 6427).
Tuesday, April 10, 2018
ISLAMIC EDUCATION PRESS
Islamic Education Press (IEP) merupakan sebuah blog yang menghadirkan informasi seputar keislaman antara lain tentang tauhid, fiqih, pendidikan, keluarga dan lain sebagainya.
Monday, April 9, 2018
KEUTAMAAN DZIKIR PAGI DAN PETANG
Do’a zikir pagi dan petang adalah do’a zikir
yang diajarkan oleh kanjeng Nabi Muhammad SAW agar diamalkan oleh umatnya setiap hari agar senantiasa
mengingat Allah dan dilindungi dari bisikan dan godaan syaitan yang terkutuk.
Dari Anas bin Malik Ra ia berkata:
“Rasulullah SAW
bersabda: "Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat Shubuh sampai terbit
matahari lebih aku sukai dari memerdekakan empat orang budak dari anak
Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat ‘Ashar sampai terbenam
matahari lebih aku cintai dari memerdekakan empat orang budak".
(HR. Abu Dawud No. 3667, lihat Shahiih Abi Dawud 11/698 no. 3114 –
Misykaatul Mashaabiih no. 970, Hasan)
Sebagiamana dalil dari al-Qur-an tentang
Dzikir Pagi dan Petang.
ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا اذْÙƒُرُوا اللَّÙ‡َ ذِÙƒْراً ÙƒَØ«ِيراً.
ÙˆَسَبِّØُوهُ بُÙƒْرَØ©ً
ÙˆَØ£َصِيلاً
Artinya “wahai orang-orang yang
beriman ! berdzikirlah kepada Allah (dengan menyebut/mengingat nama-Nya) sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”
(QS. Al-Ahzab (33) : 41-42).
(QS. Al-Ahzab (33) : 41-42).
Berzikir kepada Allah merupakan
kesibukan yang berkualitas dan cara yang paling utama bagi seorang hamba untuk
mendekatkan diri kepada sang maha pencipta yaitu Allah SWT.
Banyak sekali keutamaan yang terdapat
pada do’a zikir pagi dan petang antara lain sebagai berikut:
- Mendatangkan keridhoan Allah SWT
- Mengusir, menundukan dan mengenyahkan syaitan.
- Menghilangkan kesedihan hati atau kemuraman.
- Membuat hati merasa bahagia, jiwa menjadi tentram dan damai.
- Menguatkan jasmani dan rohani.
- Melapangkan pintu rezeki.
- Membuat hati dan wajah berseri-seri.
- Menumbuhkan rasa percaya diri.
- Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah.
- Mendekatkan diri kepada Allah.
- Membuat diri selalu ingat kepada Allah.
- Membersihkan hati dari karatnya.
- Menyelamatkan dari azab Allah.
- Dzikir merupakan penyembuh dan obat penyakit hati.
Selain yang disebutkan di atas, masih
banyak lagi keutamaan dari pada doa dzikir pagi dan petang tersebut. Doa zikir
pagi dan petang dilakukan sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam
matahari. Yaitu memulai amalan ni sesudah sholat subuh dan dan sesudah sholat
ashar.
NOTE:
untuk bacaan doa dzikir pagi dan petang insyaAllah dipost pada post selanjutnya :)
NOTE:
untuk bacaan doa dzikir pagi dan petang insyaAllah dipost pada post selanjutnya :)
BACAAN DO'A DZIKIR PAGI
Pada tulisan sebelumnya membicarakan apa saja keutamaan dari doa zikir pagi dan petang.
Nah bagi yang belum tahu bagaimana sih bacaan doa dzikir pagi dan petang itu..
InsyaAllah Islamic Education Press (IEP) akan menguraikan bacaan doa dzikir pagi dan petang agar bisa dipelajari dan diamalkan bersama-sama.
Kali ini akan diposting untuk dzikir pagi dahulu, untuk bacaan doa dzikir petang akan dipost pada post selanjutnya. :)
selamat membaca dan mengamalkan semoga bermanfaat. :)
1 . Doa dzikir pagiNah bagi yang belum tahu bagaimana sih bacaan doa dzikir pagi dan petang itu..
InsyaAllah Islamic Education Press (IEP) akan menguraikan bacaan doa dzikir pagi dan petang agar bisa dipelajari dan diamalkan bersama-sama.
Kali ini akan diposting untuk dzikir pagi dahulu, untuk bacaan doa dzikir petang akan dipost pada post selanjutnya. :)
selamat membaca dan mengamalkan semoga bermanfaat. :)
Sebelumnya membaca ta'awuz agar dihindari dari godaan syaitan.
"a'uudzubillaahi minasyyaitoonirrojiim"
Artinya :"Aku berlindung kepada Allah, dari godaan Syaitan yang terkutuk"
Kemudian membaca ayat kursi 1x
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
Read more https://aslibumiayu.net/9006-dzikir-pagi-dan-petang-yang-diajarkan-nabi-bacaan-dan-ketentuan-membacanya.html
Read more https://aslibumiayu.net/9006-dzikir-pagi-dan-petang-yang-diajarkan-nabi-bacaan-dan-ketentuan-membacanya.html
![]() |
Merujuk pada hadis :
“Barang siapa
membacanya ayat ini pada pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore, dan barang siapa membacanya pada sore hari, maka ia dilindungi
dari (gangguan) dari jin hingga pagi hari”.
(Hasan Shahih : H.R. Al-Hakim 1/562 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahiih At-Targhiib wat Tarhiib 1/418, No. 662).
(Hasan Shahih : H.R. Al-Hakim 1/562 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahiih At-Targhiib wat Tarhiib 1/418, No. 662).
Kemudian membaca Al-Ikhlas 3x
Kemudian membaca Al-Falaq 3x
Kemudian membaca An-Nas 3x
Merujuk pada hadis :
“Barang
siapa yang membaca tiga surat itu pada setiap pagi dan sore hari, maka
ia (ketiga surat ini) sudah cukup bagi dirinya dari segala sesuatu
(yaitu mencegahnya dari berbagai kejahatan)".
(Hasan Shahih : H.R. Abu Dawud No. 5082, Shahih Abi Dawud
No. 4241, An-Nasai (VIII/250), Ahmad (V/312), dan At-Tirmidzi No. 3575
dari Abdullah bin Khubai. At-Tirmidzi berkata :"Hadis ini Hasan
Shahih).
Kemudian membaca :
“Kami
telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji
bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata,
tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah
Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu
kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu
dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku
berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai
Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di
alam kubur.”
Sumber : https://rumaysho.com/1636-bacaan-dzikir-pagi.html
Sumber : https://rumaysho.com/1636-bacaan-dzikir-pagi.html
“Kami
telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji
bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata,
tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah
Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu
kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu
dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku
berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai
Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di
alam kubur.” (Dibaca 1 x)
Sumber : https://rumaysho.com/1636-bacaan-dzikir-pagi.html
Sumber : https://rumaysho.com/1636-bacaan-dzikir-pagi.html
Artinya :“kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah,
segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya (Allah) kerajaan dan bagi-Nya pujian.
Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku memohon kepada-Mu
kebaikan pada hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari
kejahatan pada hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung
kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung
kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di Alam kubur”. (Dibaca 1x)
(Shahih : H.R. Muslim No. 2723, Abu Dawud No. 5071, At-Tirmidzi No. 3390 dari Abdullah bin Mas'ud Ra).
(Shahih : H.R. Muslim No. 2723, Abu Dawud No. 5071, At-Tirmidzi No. 3390 dari Abdullah bin Mas'ud Ra).
Kemudian membaca:
Artinya: “ya Allah, hanya dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Hanya dengan rahmat
dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan, hanya kepada-Mu lah kembali (makhluk setelah dibangkitkan)”. (Dibaca 1x)
(Shahih: H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 1199-lafadz ini miliknya-Abu Dawud No. 5068, At-Tirmidzi No. 3391, Abnu Majah No. 3868 dan Ahmad II/354 dari Abu Hurairah Ra lihat Shahih al-Adabil Mufrad No. 915 dan Silsilah al-Ahadits ash-shahihah No. 262).
(Shahih: H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 1199-lafadz ini miliknya-Abu Dawud No. 5068, At-Tirmidzi No. 3391, Abnu Majah No. 3868 dan Ahmad II/354 dari Abu Hurairah Ra lihat Shahih al-Adabil Mufrad No. 915 dan Silsilah al-Ahadits ash-shahihah No. 262).
Kemudian membaca:
Artinya “Pada waktu pagi kami berada di atas fitrah Islam, kalimat ikhlas (dua kalimat
syahadat), agama Nabi kami Muhammad SAW, dan
agama ayah kami Ibrahim, yang hanif (yang lurus), muslim (tunduk patuh), dan
tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1x)
(Shahih : H.R. Ahmad III/406, 407; Ad-Darimi II/292 dan Ibnu Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 34 dari Abdurrahman bin Abi Abza).
(Shahih : H.R. Ahmad III/406, 407; Ad-Darimi II/292 dan Ibnu Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 34 dari Abdurrahman bin Abi Abza).
Kemudian
Artinya “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan
setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan
aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari
kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui
dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa
kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)
Merujuk pada hadis :
(Shahih : "Barang siapa yang membacanya dengan yakin pada waktu pagi lalu meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa yang membacanya dengan yakin pada waktu sore lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga".
(H.R. Al-Bukhari No. 6306, 6323; Ahmad IV/122, 125; dan An-Nasai VIII/279-280 dari Syaddad bin Aus Ra).
Merujuk pada hadis :
(Shahih : "Barang siapa yang membacanya dengan yakin pada waktu pagi lalu meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa yang membacanya dengan yakin pada waktu sore lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga".
(H.R. Al-Bukhari No. 6306, 6323; Ahmad IV/122, 125; dan An-Nasai VIII/279-280 dari Syaddad bin Aus Ra).
Kemudian membaca :
Artinya "ya Allah, selamatkanlah tubuhku ini (dari penyakit dan
dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari
penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah,
selamatkanlah penglihatanku, tiada iIlah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali
Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan
kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Ilah (yang
berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau". (Dibaca 3x)
(Hasan : H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 701, Abu Dawud No. 5090 , dan Ahmad V/42 dari Abu Bakrah Ra, lihat kitab Shahih Al-Adabil Mufrad No. 542).
Kemudian membaca :
Artinya “ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan di dunia
dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan dalam
agama, dunia, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib ataupun sesuatu yang tidak layak dilihat orang lain) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut.
Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku
berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (yaitu aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi/liang lahat).” (Dibaca 1x)
(Shahih : H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 1200, Abu Dawud No. 5074 , Ibnu Majah No. 3871, dan Al-Hakim I/517-518 dari Ibnu Umar Ra, lihat kitab Shahih Al-Adabil Mufrad No. 916).
(Shahih : H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 1200, Abu Dawud No. 5074 , Ibnu Majah No. 3871, dan Al-Hakim I/517-518 dari Ibnu Umar Ra, lihat kitab Shahih Al-Adabil Mufrad No. 916).
Kemudian membaca :
Artinya “ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi
bahwa tiada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung
kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan syaitan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat
syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat keburukan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya (berbuat keburukan tersebut).” (Dibaca 1x)
Kemudian membaca :
Artinya “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit
tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca
3x)
Kemudian membaca :
Artinya “Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” (Dibaca 3x)
Kemudian membaca :
Artinya “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak
butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah
segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa
mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1x)
Kemudian membaca :
Artinya “Tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Allah yang maha Esa, tidak ada
sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dan Dia yang Maha Kuasa atas
segala sesuatu”. (Dibaca 1x atau 10x dan boleh jg 100x pada pagi/sore)
Merujuk pada hadis :
"Barang siapa yang membacanya 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan 10 Budak, ditulis 100 kebaikan, dihapus darinya 100 keburukan, baginya perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga pada sore harinya. Seseorang tidak bisa mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari pada amalan itu".
(Shahih : H.R. Al-Bukhari No. 3293, 6403; Muslim No. 2691, At-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798 dari Abu Hurairah Ra).
Kemudian membaca :
Artinya “Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, dan Maha Suci Allah sesuai keridhaan-Nya, dan Maha Suci Allah seberat timbangan 'Arsy-Nya dan Maha Suci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.” (Dibaca 3x).
(Shahih : H.R. Muslim No. 2726- Syarah Muslim XVII/44, dari Juwairiyah binti Al-Harits Ra).
(Shahih : H.R. Muslim No. 2726- Syarah Muslim XVII/44, dari Juwairiyah binti Al-Harits Ra).
Kemudian membaca :
Artinya “ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.” (Dibaca 1x)
(Shahih : H.R. Ibnu Majah No. 925 - Shahih Ibni Majah I/152, No. 753 dan Ibnu Sunni- 'Amalul Yaum wal Lailah No. 54, 110 dari Umu Salamah Ra).
(Shahih : H.R. Ibnu Majah No. 925 - Shahih Ibni Majah I/152, No. 753 dan Ibnu Sunni- 'Amalul Yaum wal Lailah No. 54, 110 dari Umu Salamah Ra).
Kemudian membaca :
Artinya “Maha suci Allah, dan aku memuji-Nya.” (Dibaca 100x)
(Shahih : H.R. Muslim No. 2691, 2692 dari Abu Hurairah Ra. Lihat Syarah Muslim XVII/17-18, Shahih at-Targhib wat Tarhib I/413, No. 653).
(Shahih : H.R. Muslim No. 2691, 2692 dari Abu Hurairah Ra. Lihat Syarah Muslim XVII/17-18, Shahih at-Targhib wat Tarhib I/413, No. 653).
Artinya “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”
(Dibaca setiap hari 100x)
(Shahih : H.R. Al-Bukhari No. 6307-Fat-hul Bari XI/101 dan Muslim No. 2702)
(Shahih : H.R. Al-Bukhari No. 6307-Fat-hul Bari XI/101 dan Muslim No. 2702)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Popular Posts
-
Pada tulisan sebelumnya membicarakan apa saja keutamaan dari doa zikir pagi dan petang. Nah bagi yang belum tahu bagaimana sih bacaan...
-
Untuk bacaan do'a dzikir pagi sudah dipost pada postingan sebelumnya yah bisa lihat dan klik disini 2. Doa Dzikir Petang Pertama se...
Blog Archive
Total Pageviews
About Me
- Unknown

































